sewaktu aku menuju jauh lepas diderit pintu
dan wewangian nafasmu yang menyapu mukaku
pada dendang penghantar kantuk sebelum subuh
aku ingat itu
ada yang tak terserap waktu
kecupan lembut dikeningku
hangatnya sungguh tak lekang dari jiwaku
aku rindu dan rindu
bunda…
aku ingin kembali pada purnama yang telah jauh
pada piawai jemarimu yang lembut mengusap rambutku
barang sekejappun aku rela
aku hanya ingin mengulang ritual menyiangi rerumputan dilaman
menyusuri pematang dengan gelak kanak kanakku di pangkuanmu
bunda…
rinduku memuncak, sangat…!
padamu…
pada kekasih abadi, hidup dan mati
IBU
Kau rangkai kata2 hingga menjadi sebuah ungkapan…
Kau buka hati hingga menjadi cerminan kata…
Kata yg trungkap adlh uraian isi ht…
Isi hati yg trsayat sembilu…
Kau lalui hri wlau tnpa rsa bhgia…
Kau rangkuh wktu wlau sdih trasa…
Ibu..apakah rsa tu yg slalu engkau rsakan..??
Ibu..apakah drita mu kan brakhir..??
Ibu..akankah rsa pdih mu brubah mnjadi sang lembayung senja..??
Ibu..ma’af kalau anak mu tak bsa mbuat mu slalu bahagia…
TERIMA KASIH BUNDAKU TERSAYANG
BUNDA…..
kau bagai rembulan di hidupku,bagai matahari yang menyinari pagi dengan kehangatannya,&kau bagaikan bidadari dalam hidupku.BUNDA…..
betapa besar pengorbananmu pada anak2-mu,9 bulan kami ada dalam kandunganmu,
hingga kau mengorbankan nyawa saat melahirkan kami ke dunia ini & membesarkan kami dengan kasih sayangmu yang tulus sejernih air yang mengalir disurga.
BUNDA…..
beribu2 ku ucapkan terima kasih padamu,
walau ucapan terima kasih ku takkan pernah cukup dengan semua pengorbanan dan kasih sayangmu selama ini.
BUNDA…..
aku berjanji ak an menjadi anak yang terbaik bagimu,
TERIMA KASIH
Bundaku sayank
Lihatlah kami Bunda
Lihatlah senyum kedamaian Malam ini
Kita meminta penuh harap
Kepadamu ya Rob untuk kau Ridhoi
Kami hadir sepakat merajut angan
Sesuai bersujud ketika matahari kembali keperluan
Masi terasa pelukan do’a di atas sajadah penuh makna
Ma’afkan kami Bunda
Do’aku , do’a bunda yang penuh makna
Yang senantiasa memohonkan ampun
Dosa-dosa kita yang tak pernah berakhir
Do’amu Bunda
Sebagai penyejuk hati yang kadang pecah
Sebagai ujian dan cobaan yan g kadang abis menjebak iman kita
Malam ini mari kita berpetualang mencari ridhonya
Tuk meraih cita dan cintailah Dalam mahliga Surga .
Kurasakan harum peluhmu di pelupuk hati
Dekap pelukmu,damaikan jiwa menapak dunia
Aku tertimang pada dia yg mendendangkan syair kehidupan dalam temaram sang Jagat
Kaulah IBU yg memalaikat jiwa
Aku memahakan setiap denyut pengorbananmu
Di pelupuk mata,hati dan jiwa,ak ingin melihat senyummu,IBU.
Aku merindumt,,,sampai kapanpun.!
Engkaulah ibu yg mengejakan rumus hidup padaku
Tiada akhir bagiku untuk menyayangimu,IBU.
Rindu Bunda
membuyar,
raut lelah pada senyuman bunda
tertatih
menanti sang buah hati berkelana
mengapa memberat tanya pada senyumnya
dan
waktu jua yang melumat egonya
meski tak merasa dekapnya
senyumnya tlah berkaca
menilai kehadiran buah hatinya yang terluka
kasihnya memang sepanjang masa
Bunda
Dari segumpal darah aku d ciptakan
sekelumit kehangatan jiwa
penuh suka cita akan hadirku
sembilan bulan kau mengamdungku
sepenuh jiwa berjuang hanya untukKu
jerit tangis bagai nyanyian kebahagiaan
se0lah tax ada gurat drita d wjhmu
kau aJarkan ku semua..
Tasbihmu terlantun hanya tuk namaku
sujudmu kau curahkan atas namaku
ibu.. Surga yg kau janjikan
bahagia yg kau curahkan
seolah tak kau dengar rengek d mulutku
ibu… Kaulah segalanya untukKu
kaulah hidup terindahku.
Bunda
KETIKA KU PANDANG BINTANG YANG BERSINAR
AKU TERINGAT KEMBALI AKAN DIRIMU
KETIKA AKU TUMBUH DARI RAHIMMU….
WAKTU TERUS MENGALIR
BAGAI DESAH ANGIN
KETIKA TUBUH KU GEMETAR
KAU MEMBERIKAN DEKAPAN
TAK TERASA AKU TUMBUH DEWASA
DAN KAU MENJADI TUA
TAPI CINTAMU TETAP ADA
WALAU KAU MENINGGALKAN DUNIA YANG FANA……..
AKU INGIN KEMBALI BERSAMAMU
TERTAWA DENGAN PENUH CANDA
DIBAWAH SINAR KALBU
YANG MEMBERIKAN KEHANGATAN DUNIA………
SEMOGA KAU DISANA DAPAT BERISTIRAHAT
MELEPASKAN SEMUA BEBAN
KEHIDUPAN DUNIA PAHIT
DAN DI TEMANI SINAR REMBULAN…….
AKU TERINGAT KEMBALI AKAN DIRIMU
KETIKA AKU TUMBUH DARI RAHIMMU….
WAKTU TERUS MENGALIR
BAGAI DESAH ANGIN
KETIKA TUBUH KU GEMETAR
KAU MEMBERIKAN DEKAPAN
TAK TERASA AKU TUMBUH DEWASA
DAN KAU MENJADI TUA
TAPI CINTAMU TETAP ADA
WALAU KAU MENINGGALKAN DUNIA YANG FANA……..
AKU INGIN KEMBALI BERSAMAMU
TERTAWA DENGAN PENUH CANDA
DIBAWAH SINAR KALBU
YANG MEMBERIKAN KEHANGATAN DUNIA………
SEMOGA KAU DISANA DAPAT BERISTIRAHAT
MELEPASKAN SEMUA BEBAN
KEHIDUPAN DUNIA PAHIT
DAN DI TEMANI SINAR REMBULAN…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar